No, I’m not talking about myself.
Bulan lalu, ada tetangga yang kena musibah. Dia ditelepon orang yang mengaku dari PT. Nusantara Mitra Indonesia (yes, I’m not intended to cover the identity of the company), mengaku kalau perusahaan itu bekerja sama dengan salah satu bank terkemuka di Indonesia, dan mengatakan kalau si tetangga itu telah beruntung memperoleh hadiah menginap tiga malam di sebuah hotel di Bandung.
Tetangga pun gembira dan dengan senang hati menerima orang kiriman PT tersebut yang berkunjung ke rumahnya. Ia menerima voucher, tapi lantas ada embel-embelnya—ia harus membayar sebesar dua juta rupiah sebagai biaya apalah, dan akan didebet dari kartu kreditnya.
FYI, tetangga ini bekerja sebagai penjaga kos dan mencucikan baju beberapa orang, sementara suaminya mm… so sorry, I don’t know for sure. Untuk pekerjaan seperti ini bisalah dimaklumi seberapa besar arti tabungan baginya, dan untuk bisa ngumpulin dua juta rupiah, tebak saja sendiri berapa lama dia harus menabung.
Although she’s smart, she was almost blind about this kind of situation dan lantaran si PT tadi menyebut2 nama bank (di mana dia memang menjadi nasabah), plus si orang PT membawa alat untuk menggesek kartu, maka dia untuk sesaat yakin kalau program hadiah ini memang benar. Maka melayanglah uang dua juta rupiahnya, dan si orang PT itu pulang setelah memberinya voucher hotel beserta invoice.
Sepeninggal orang PT tadi barulah si tetangga tercenung, dan akhirnya sadar kalau dia telah tertipu. Dia hubungi bank yang bersangkutan dan nomor telepon yang tertera di invoice, tapi uangnya tidak bisa kembali. Panik, dia bertanya pada orang-orang yang dia kenal dengan memperlihatkan invoice tadi, mencari tahu apakah masih ada kemungkinan uangnya bisa kembali atau tidak.
Unfortunately, I went googling and found this:
http://suratkonsumen.wordpress.com/2008/04/29/penipuan-atasnama-mastercard/
That company was a fake. And she was not the only one who got fooled.
Be careful, guys!

